Selasa, 23 Februari 2010

Hitam Putih

Dibatas lelah
Kuhentikan, langkah hidup ini
Mungkin harusnya aku mengerti
Semua adanya
Bila... kubayangkan warna hidupku

Kulukis dunia hitam dan putih
Yang hanya berselang
Tawa... Tangis...

Ada saat
Kutenggelam, dilumpur - lumpur
Kupastikan, kuhempaskan
Diriku dijalanan lurus
Semua itu harus tertelan pahit dan manis

Aku memang manusia
Yang takkan mungkin
Harus selalu putih
Akupun tak ingin
Terlukis hitam lagi
Biarlah hidup
berjalan lagi apa adanya


Hitam... Putih...
Pahit.... Manis...
Tawa.... Tangis....

Jumat, 12 Februari 2010

Perubahan

Banyak org yg mendambakan perubahan ,
dirinya pun sangat mendambakan perubahan ,
bukan cuma dirinya yang menantikan perubahan..
di sekitarnya, disekelilingnya, juga sangat menantikan perubahan ,
dunia pun mendambakan perubahan ...

tetapi ketika perubahan itu ditujukan kepadanya,
dia pun menjadi resistant terhadap perubahan,
maka hancurlah dia tergilas oleh roda perubahan...
karena bukan cuma dirinya yang menantikan perubahan ,
di sekitarnya, disekelilingnya, juga sangat menantikan perubahan ,
dunia pun juga mendambakan perubahan ...
dan ketika yang lain menyambut perubahan dengan suka cita....
dan ketika yang lain telah mampu masuk dan mengendalikan perubahan ,
dirinya masih tergilas oleh roda perubahan ..

Selasa, 09 Februari 2010

Mari Memandang Dengan Kacamata Yang Berbeda

Manusia memang bodoh dan serakah, tamak dan angkuh..terkadang menutupi busuknya dengan menyemprot parfum dusta disekujur tubuhnya. menari dan berputar ala balerina di atas roda kehidupannya dengan anggun, walau tariannya tak nampak indah; tetap menari dengan sesumbar, bahkan bersalto dan jungkir balik memutar arah semestinya. terkadang menginjak yang lain tetap dipijak. manusia memang istimewa!!!

Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, dengan sudut dan kemiringan yang berbeda. tak perlu untuk membaca kompas dan membuka peta untuk mengetahui di mana manusia senang menceburkan kepalanya, bahkan membenamkan dirinya.

Manusia dengan sombong menolak surga, memasukkan dirinya ke dalam neraka tidak cuma dengan kata-kata. pola prilakunya pun turut membenarkan. tak ada satupun manusia yang takut akan neraka, perbuatannyalah yang membenarkannya. manusia cuma takut kepada penjara, sanksi sosial, dan stigma negatif..manusia sama sekali tak takut pada neraka. mari memandang dengan kacamata yang berbeda.

Bibirnya pun selalu berkontradiksi dengan kelakuannya, tak sejalan namun seirama; irama kebohongan!!! Manusia memang istimewa, manusia adalah makhluk sosial; selalu takut kepada sanksi sosial, sama sekali tak takut kepada Neraka..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, manusia lebih memilih Neraka ketimbang Penjara..
Mari memandang dengan kacamata yang berbeda, mungkin kelak manusia pun tak lagi takut kepada Tuhan...