Rabu, 31 Agustus 2011

Perayaan 1432 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H hari kemenangan buat umat muslim dan dimana umat islam saling bermaaf-maafan!!! Tapi yang paling ditunggu dari hari ini adalah DAGING yang melimpah ruah dipadukan dengan ketupat/buras hahahaha I LIKE IT!!! (MAAF) Minal Aidin And Faidzin mohon maaf lahir dan batin saudara saudara

Selasa, 16 Agustus 2011

Dirgahayu Republik Indonesia ke 66

Salam Lestari!!!

Satukan langkah dalam gerak monumental peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Di Tiap Penyanggah Langit Indonesia.
Pertegas Eksistensimu dalam sebuah karya nyata dan langkah revolusioner.
wajah dan citra PENCINTA ALAM harus dikembalikan.
MERDEKA!!!
TUHAN selalu bersama orang-orang PEMBERANI.

Selasa, 02 Agustus 2011

Pemuda Pencinta Alam

Sudah banyak yang tahu, pemuda adalah sebagai generasi pelanjut yang kelak akan mewarisi kekayaan kebudayaan maupun roda pemerintahan suatu bangsa. Dan tak dapat di pungkiri pula bahwa, ditangan pemudalah generasi terdahulu telah menitipkan amanah yang teramat besar, yaitu alam yang kaya raya beserta kehidupan didalamnya. Sejenak merunut kebelakang, kekayaan alam yang melimpah ruah telah memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan dan peradaban manusia. sejarah manusia pun tidak dapat dipisahkan dari alam. Sejak zaman prasejarah dimana manusia berburu dan mengumpulkan makanan, alam adalah "rumah" mereka. Ilmu telah ada di alam dan Ilmu yang ditemukan oleh manusia dan menjadi pengetahuan bagi manusia agar dapat mengangkat derajat manusia dari sekedar (bentuk) manusia menjadi manusia yang utuh (hakiki). tantangan alam, tantangan kehidupan serta tantangan lingkungan sosial telah mengawali terciptanya kebudayaan dan ketika alam dan kebudayaan telah bersatu, sejak saat itulah sejarah pencinta alam pun dimulai.

Sejarah Pencinta Alam Indonesia

Di Indonesia sejarah pecinta alam dimulai dari sebuah perkumpulan yaitu "Perkumpulan Pentjinta Alam"(PPA). Berdiri 18 Oktober 1953. PPA merupakan perkumpulan Hobby yang diartikan sebagai suatu kegemaran positif serta suci, terlepas dari 'sifat maniak'yang semata-mata melepaskan nafsunya dalam corak negatif. Tujuan mereka adalah memperluas serta mempertinggi rasa cinta terhadap alam seisinya dalam kalangan anggotanya dan masyarakat umumnya. Sayang perkumpulan ini tak berumur panjang. Penyebabnya antara lain faktor pergolakan politik dan suasana yang belum terlalu mendukung sehingga akhirnya PPA bubar di akhir tahun 1960. Awibowo adalah pendiri satu perkumpulan pencinta alam pertama di tanah air mengusulkan istilah pencinta alam karena cinta lebih dalam maknanya daripada gemar/suka yang mengandung makna eksploitasi belaka, tapi cinta mengandung makna mengabdi. "Bukankah kita dituntut untuk mengabdi kepada negeri ini?."
Kemudian diera 60-an, pencinta alam pun telah merambah kampus sejak kegiatan politik praktis mahasiswa dibatasi dengan keluarnya SK 028/3/1978 tentang pembekuan total kegiatan dewan mahasiswa dan senat mahasiswa yang melahirkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Adalah Soe Hok Gie yang mula-mula mencetuskan sebuah organisasi yang mewadahi mahasiswa yang tulus untuk membuang energi mudanya dengan merambah alam mulai dari lautan sampai ke puncak gunung. Organisasi ini pun dinamakan MAPALA yang merupakan singkatan dari Mahasiswa Pencinta Alam. Selain itu Mapala juga berarti berbuah atau berhasil.

Masalah-Masalah yang mendasar


Kita tidak bisa lepas bahwa konteks pencinta alam yang sebenarnya adalah sebuah studi tentang keterikatan konsep ketuhanan, kemanusiaan, dan alam. Diurai dari unsur penyusun katanya, maka terdapat dua unsur kata yakni pencinta dan alam. Dari kata pencinta maka kita akan menemukan makna kedamaian yang diambil dari kata cinta. Maka pencinta alam harus senantiasa untuk menjaga tutur kata, prilaku, dan pola pikir dalam berinteraksi dengan kehidupan sosial. Sedangkan dari kata alam maka makna yang bisa kita petik yaitu kehidupan ataupun lingkungan tempat manusia berpijak. Untuk itu,pencinta alam harus senantiasa memberikan nuansa kedamaian dalam lingkungan sekitar.
Tetapi ironisnya, yang terjadi kemudian adalah banyak terjadi kekeliruan-kekeliruan dan bahkan melenceng dari konteks pencinta alam yang sebenarnya. Apa saja masalah yang paling mendasar?
Seringkali penggiat-penggiat pencinta alam dengan dalih menjaga kelestarian alam membutuhkan kader-kader yang handal dan tangguh lalu kemudian melaksanakan pendidikan dasar bagi calon anggota baru yang melenceng dari konsep pendidikan yang sebenarnya. Hal itulah yang kemudian melatar belakangi lahirnya arogansi dalam bertindak bagi anggota-anggota baru sebagai manusia yang bebas sehingga kekerasan menjadi ciri khas yang sulit dilepaskan dalam tubuh organisasi kepencintaalaman. doktrinisasi pun kerap mewarnai proses pengkaderan, padahal doktrinisasi bukanlah hal yang prioritas dalam membentuk kepribadian anggotanya.
Sebagaimana yang telah ketahui bahwa konsep pendidikan adalah bagaimana memanusiakan manusia. Jadi dengan sendirinya itu cukup menjelaskan bahwa pendidikan adalah bagaimana mengajarkan nilai-nilai manusia dan kemanusiaan. Tetapi yang terjadi sekarang adalah sekedar proses transfer ilmu dengan sedikit aktualisasi diri di dalamnya. Permasalahannya, apakah benar ilmu yang kita transfer adalah benar ilmu-ilmu yang mengandung nilai-nilai manusia dan kemanusiaan ? dan jelas konsekuensi yang mesti kita tanggung adalah terciptanya kader-kader pencinta alam yang jelas-jelas melenceng dari konsep pencinta alam yang sebenarnya.
Masalah yang kemudian timbul adalah mengapa sumber daya alam yang sangat banyak akan tetapi rakyat masih saja miskin?agama dan kearifan budaya sangat beragam akan tetapi etika dan moralitas bangsa sangat menyedihkan? pakar lingkungan sangat banyak akan tetapi kondisi alam dan lingkungan sangatlah menyedihkan? mengapa semakin banyak organisasi pencinta alam yang bermunculan akan tetapi Alam tempat beraktivitas semakin rusak? Solusi apa yang dapat diberikan?
Ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pencinta alam? begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya yang bahkan tak jarang aktivitas tersebut berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak pun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka. Dan tak salahlah suatu ungkapan, jika ingin mengubah dunia maka mulailah dengan memperbaiki cara berpikir. Potret buram pencinta alam haruslah segera berganti.

Adventure, Environment, Intelektual

Akhir-akhir ini dimana degradasi lingkungan dirasa semakin parah, maka peran pencinta alam sangat penting untuk membantu melestarikan lingkungan. Untuk melengkapi perannya sebagai pewaris yang kelak akan mewarisi kekayaan kebudayaan maupun roda pemerintahan suatu bangsa, sebagai pemegang amanah yang teramat besar, dan sebagai penjaga kelestarian serta keseimbangan lingkungan hidup, maka pencinta alam dituntut untuk mengupgrade ilmu dan pengetahuan dan minat serta niat yang tulus untuk selalu belajar, menambah pengetahuannya bukan hanya pengetahuan dalam hal-hal yang menyangkut tentang outdoor skill saja, tetapi juga harus ber-etika dan ber-intelektual. Seorang pencinta alam yang notabene juga adalah seorang Manusia yang memiliki akal dan insting, rasional dan instinctive, bebas dan memiliki tanggung jawab, perilakunya berkembang dan dinamis dituntut untuk selalu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Selain itu, seorang pencinta alam sebagai manusia yang rasionalis, analitik, kritis, universal, dan sistematis dituntut bukan hanya menguasai hutan belantara, tebing yang terjal, laut yang dalam, serta gunung yang tinggi saja tetapi juga haruslah paham dan menguasai medan kehidupan manusia sebenarnya yang dinamis dan penuh dengan tantangan. Dan untuk itu dibutuhkan sisi Intelektual untuk menjembatani dan melengkapi sisi environmental dengan sisi adventurer dalam pribadi seorang pencinta alam.
Pencinta alam sebagai organisasi intelektual dengan gerakan enviromentalisme bermental adventure yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam ini sebagai satu gerakan untuk masa depan akan lebih berarti tindakannya dengan komitment dan loyalitas yang tinggi dari anggotanya. Sebuah harapan untuk mengembalikan keseimbangan alam ini, perbedaan pola fikir dan arah gerak environment dengan adventurer dijembatani oleh sisi intelektualis para anggotanya yang merupakan spesialisasi dan menjadi ciri dari sosok pemuda yang memahami pentingnya menjaga, memelihara, melindung serta melestarikan alam Tanah Air tercinta ini dan melakukannya secara aman dan tertib.. bukanlah suatu kemustahilan ketiga sisi tersebut bersatu untuk masa depan lingkungan hidup Indonesia sehingga terciptanya lingkungan hidup yang seimbang, stabil dan bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.
Dan mengutip pernyataan dari Sir John Ford, mantan Duta Besar Inggris Untuk Indonesia, “Sebuah Negara yang memiliki kaum muda yang mencintai alam yang gemar bertualang (mendaki gunung, mengarungi sungai, dll) tidak akan pernah kekurangan Pemimpin”.
Ayo Pemuda, sekarang waktunya berbenah (packing), puncak gunung sudah terlihat.

Senin, 01 Agustus 2011

Fenomena Tahunan menjelang Ramadhan

Bulan Ramadhan telah tiba, Orang-orang mendadak suci dan sok puitis,update status 'MARHABAN YAA RAMADHAN' padahal nda na tau apa artinya...itu pun juga mulutna jie yang bilang padahal dalam hati Nda banget!!!

Sok nda bicara kotor, sok pakaian muslim, sok mengganti nada dering dengan lagu religi, pokoknya sok religi...saat bawa motor helm diganti kopiah, berkalung tasbih, pergi taraweh padahal cuma nongkrong-nongkrong cari lawan jenis ada tommi juga bakar-bakar petasan, pergi sholat subuh padahal nongkrong jie diluar mesjid sambil merokok padahal lewat mi imsak, kalo bangun menjelang siang bahkan sore dan melewatkan waktu sholat, update status sok islami banget padahal main poker jie, klo sore ngabuburit sambil liat-liat paha dan toket cewe, balapan liar seolah-olah jago skalimi dan kalo jatuh dan mati seolah-olah Syahid..

Ikut-ikutan na dech, berpuasa karena malu-malu ji dibanding-bandingkan dengan anak tetangga sebelah yang baru berusia 7 tahun. suruh mi tadarus, bedakan huruf 'BA' sama 'TSA' saja setengah mati (mulut komat kamit seolah-olah jago skali)

Santemi,cok...puasa memang wajib, tapi kalo mo ji jadi gaya hidup mendingan nda usahmi.
PALSU,COK!!!!

Mari kita liat sebulan setelah Hari Raya idul fitri....
KEMBALI KE TABIAT LAMA...
hehehe...PALSU!!!

Sabtu, 30 Juli 2011

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Mari Menjalankannya....
Semoga kita tergolong orang-orang yang berada dalam lindunganNYA dan senantiasa terhindar dari laranganNya

Selasa, 21 Juni 2011

Gunung Bulusaraung

Gunung Bulusaraung merupakan salah satu gunung yang di kelola langsung oleh pemerintah setempat, gunung Bulusaraung merupakan gunung wisata yang selalu ramai dikunjungi baik masyarakat lokal maupun luar makasar sendiri yang ingin menyaksikan keindahan yang terdapat di gunung ini,gunung ini ternasuk kedalam wilayah Taman Nasional Batimurung Bulusaraung. Taman Nasional ini terbagi kedalam empat zona yaitu zona inti (sanctuary zone), zona rimba (wilderness zone), zona pemanfaatan intensif (intensive use zone), dan zona penyangga (buffer zone). Berdasarkan informasi yang didsapat oleh tim pendakian jejak lampung di sulawesi pembagian zona ini 
berdasarkan pada hasil pertimbangan potensi kawasan dan urgensi masing-masing zona.
 
Pada taman nasional ini terdapat sekitar 248 species tumbuhan yang hidup dan menghuni kawasan taman nasional ini.terdapat juga jenis fauna yang endemic di temukan di kawasan ini, diantaranya adalah Kera hitam (maccaca maura) , Burung Enggang kecil (penelopides caseduik), burung Enggang besar (rhiticherius caseddik), Kupu – kupu (triodes holiptron), Kuskus Beruang (pharangerursius), musang (macrogolidia masenbraiki).
Berdasarkan informasi yang didapat dari petugas Taman Nasional Batimurung Bulusaraung, Taman Nasional ini mempunyai banyak potensi pariwisata diantaranya adalah gua pattunuang dan aliran sungai patunuang yang membelah dua kawasan ini.juga ada batu besar yang dipercayai oleh masyarakat sekita sebagai kapal kandas yang membatu (biseang labboro).yang paling menarik pad ataman nasional ini terdapat unit penangkaran kupu-kupu yang dikelola oleh UKSDA sul-sel dan masyarakat setempat tempat ini dijuluki dengan wilayah kerajaan kupu-kupu,trdapat juga air4 terjun yng tak kalah menariknya yang selalu ramai di kunjungi masyarakat terutama pada masa liburan, serta populasi fauna endemic sulawesi.
Dengan melihat potensi-potensi yang ada ditaman nasional ini tak heran banyak orang datang untuk mengunjungi dan melihat baik dari kalangan masyarakat,mahasiswa dan pelajar yang datang dari Sulawesi, luar Sulawesi bahkan dari luar Indonesia sendiri. 

Gunung Bulusaraung berada di Kecamatan Pangkep dan kecamatan Maros.Untuk mencapai gunung ini, dari Makassar kita bisa naik mobil atau motor untuk sampai di desa Tompobulu (desa terakhir Gunung Bulusaraung) yang terletak di Kabupaten Pangkep dengan lama perjalanan adalah selama 3 jam.


 Bagi siapa saja yang akan mendaki Gunung Bulusaraung harus memasukkan surat permohonan izin pendakian ke Balai Taman Nasional Batimurung Bulusaraung minimal 3 hari sebelum pendakian. Surat izin mendaki memang wajib diurus bagi siapa saja yang akan mendaki Gunung Bulusaraung karena sejak tahun 2007 Gunung Bulusaraung sudah masuk dalam kawasan Balai Taman Nasional Batimurung Bulusaraung yang kantor pusatnya terletak di kabupaten Maros, dan di bagi dalam 2 seksi yaitu Kantor Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I di desa Kabba kabupaten Pangkep dan Kantor Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II di Kabupaten Maros. Dan sebelum mendaki kita juga harus membayar karcis masuk Taman Nasional sebesar Rp 2.500,-/ orang.

Gunung Bulusaraung tidak susah untuk di daki, bahkan untuk mencapai puncaknya Cuma dibutuhkan waktu 2 jam. Gunung ini mempunyai 10 pos, dan dari pos kepos Cuma di butuhkan waktu 15 menit mendaki. Pos 1 sampai dengan pos 4 telah disediakan oleh Taman Nasional tempat untuk beristirahat berupa saung berukuran 3X3 m. Sedangkan tempat yang cocok untuk tempat Ngecamp adalah pos 9. Selain lokasi tempat ngecampnya luas, di pos 9 ini juga terdapat sumber mata air. 

Dari Pos 9 Cuma di butuhkan waktu 15 menit untuk sampai dipuncak, dengan jalan yag mendaki dan terjal karena banyak bebatuan. Di puncak ini ada tugu kecil dan pemancar radio milik BTNBB. Dianjurkan supaya jangan berlama – lama di puncak karena sering terjadi badai


Senin, 23 Mei 2011

Alam memanipulasi perasaan

Menemukan Cinta Sejati mungkin sesuatu yang biasa saja bagi segelintir orang. menemukan cinta sejati kemudian ditinggalkannya, juga bukan hal yang special bagi segelintir orang. Namun, menemukan cinta sejati lalu ditinggalkannya ketika kita berada dalam kondisi yang sedang rapuh, itu bukanlah hal yang biasa bagiku.

Tiada hal yang paling realistis yang kami tempuh adalah berpisah. Tiada pula sedikitpun terbersit perasaan menyesal dalam lubuk hati ini. Tak pula ada dendam bagiku.

Focus dan konsentrasi kepada masa depan merupakan sebuah motivasi dan memperbaiki diri kini adalah suatu hal yang menjadi kemutlakan untuk mewujudkannya. Tak ada tangis kali ini. Tak ada tetes air mata yang berderai. Tak ada guna untuk menangisi keadaan ini. Sekarang waktunya bangkit, berdiri dan menegakkan kepala menatap masa depan yang hampir saja pupus seiring kepergianmu. Kamu memang meninggalkanku disaat diri ini rapuh dan melemah. Tetapi kesedihan inilah yang kini menjadi kekuatan bagiku untuk maju dan melangkah kembali melanjutkan hidup.

Sebuah janji yang akan selalu terngiang dikepalaku akan selalu kukenang dan berusaha untuk menepatinya. Aku akan kembali kepadamu dimasa yang akan datang sebagai sosok yang lebih baik. Aku mencintaimu, dan itu untuk selamanya. Tlah kukunci pula perasaanku kepadamu.

Kamu memang meninggalkanku disaat ku rapuh, dan hal itulah yang menjadi pelajaran bagiku untuk tetap bertahan dan yakin kepada pilihan hati. Takkan kusiakan perasaan ini kepadamu dan takkan kubiarkan sesuatu pun menyakitimu. Ketika kau melemah, datang dan bersandarlah kepadaku. Ketika kau pun lelah, datang dan mendekaplah kepadaku. Pintu ini akan slalu terbuka untukmu. Kamulah pemegang kuncinya. Kamulah pemiliknya. It’s all about love for azt…it’s all about you.

Sedikit mengutip sebuah ungkapan dari Soe Hok Gie :

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Akan begitulah diriku kepadamu, akan begitulah selamanya.

Dan sekarang, obat terampuh yang kurasa bisa menyembuhkanku adalah kembali ke pangkuan alam, setidaknya bisa mengurangi sakit yang kuderita. Percayalah, selepas ini pun aku masih akan selalu mengenangmu, selamanya.

Setidaknya alam bisa membantuku untuk memanipulasi perasaan ini, rasa sakit ini, sehingga kubisa melanjutkan hidup, mengejar cita-cita kita bersama, sehingga kelak bisa kutepati janjiku, kuwujudkan cita-cita kita bersama.

Dan kelak, masa itu tlah tiba, ku mau tak seorang pun menghalangi kita. Ini doa yang terindah yang pernah kuucap. Inilah cita-cita tertinggi yang pernah kuimpikan. Hanya untukmu, hanya bersamamu.selamanya.
151108

Selasa, 10 Mei 2011

Lembah Ramma II

Perjalanan dimulai dari rumah tata rappi' (basecamp KPA Kalpataru)
lalu melewati persawahan warga, pos bayangan dan menuju pos 1

nah inilah dia pos 1 jalur dsini ada 2 yaitu jalur kiri apabila ingin menuju G.Bawakaraeng dan jalur kanan menuju ramma
beginilah keadaan fakir miskin yg terlantar di pos 1 hahaha

dari pos 1 kita melewati sungai 1, sungai 2, sungai 3 lalu sungai 4 lalu perjalanan menuju puncak talung


nah inilah 2 kanda kita kanda ara dan kanda ogi mereka tampak tak kenal lelah padahal capek tongji itu hahaha :D

wets inilah anak tampan yg sudah sampai di puncak talung

di sini saya dan kawan semua berfoto ria sejenak sembari beristirahat

nnnaaahh this is it foto all squad 

dari puncak talung perjalanan dilanjutkan turun ke lembah ramma yg sangat indah

inilah keadaan lembah ramma dari kejauhan nampak padang rumput yang sangat luas

eh sekarang ada lagi korban bencana alam yang lagi ngungsi di ramma haha
beginilah suasana pagi harinya yg sangat tenang dan sejuk ditemani oleh sapi-sapi tata mandong
 setelah cukuup 1 malam menikmati keindahan alam di sana kamipun berngkat kembali menuju desa lembanna dan pulang ke rumah masing-masing

Nantikan Kami di Petualangan Selanjutnya, See you soon wahai para adventurer

Selasa, 03 Mei 2011

Cara Memasang Google Translate pada Blog

Gadget ini berfungsi untuk menterjemahkan bahasa blog anda ke bahasa yang diinginkan oleh pembaca blog anda.Misalnya seorang pengunjung dari negara cina membuka blog anda dan ingin membacanya, tentu saja dia tidak bisa mengerti dengan bahasa Indonesia.Dengan gadget Google Translate ini, si pembaca akan dengan mudah mengerti isi blog anda hanya dengan memilih bahaya yang diinginkan.Keuntungannya bagi blog anda adalah meningkatkan traffic kunjungan pada blog anda karena bisa dibaca dari seluruh dunia.Cara memasangnya adalah sebagai berikut:

1.Kunjungi Google Translate disini.
2.Lihat gambar dibawah.

3.Pada Select the language of your webpage,ubah ke Indonesia (kalau blog kamu berbahasa
Indonesia).
4.Copy dan paste kode HTML yang berada didalam kotak, yang kode seperti dibawah ini.

5.Login pada blogger.
6.Klik Layout pada Dashboard.
7.Klik Add a Gadget, dan pilih HTML/Javascript
8.Masukkan kode HTML yang telah dicopy (seperti pada langkah 4) dan beri judul titlenya,
misalnya Google Translate.
9.Setelah itu, Save
Selesai sudah pemasangan Google Translate pada blog anda, contohnya seperti dibawah ini.


Gadgets powered by Google

Minggu, 24 April 2011

Pembelajaran yg dipetik dari mendaki gunung

Mendaki gunung, apa enaknya, ….. apa hikmahnya

Enaknya …… menikmati pemandangan mengagumi kebesaran sang pencipta. Dapat dibayangkan gunung yang begitu gagahnya serta menjulang dengan ketinggiannya … yang tersebar diseluruh dunia, dengan bermacam bentuk dan ukuran menandakan betapa dahsyat, betapa hebat, betapa maha …. Sang pencipta.

 
Manakala kita berada di puncak gunung, kecil kita ….. segala kesombongan, keangkuhan, keserakahan akan sirna, bagaikan debu di tiup angin …… hilang tanpa ada bekas.

Mendaki gunung memberikan hikmah yang begitu dahsyat ….
Disadari atau tidak kita dapat belajar segala hal dalam mendaki gunung, rasa persaudaran, persahabatan yang kian kental, kemandirian yang kita peroleh, tidak mudah menyerah, rasa ego yang kian menipis dalam diri, rasa syukur yang makin tebal.

Mungkin masih teringat dalam benak, disaat kita belum pernah mendaki gunung ….. emosi kita suka meluap, manakala pulang sekolah atau main dari rumah sahabat, perut lapar…. Dirumah hanya dihidangkan oleh ibunda tercinta nasi dengan lauk alakadarnya, kita marah, kita hilang selera melihat hidangan yang alakadarnya ……
Setelah mengalami hal yang mengharuskan kita bertahan hidup dalam pendakian …… makan apapun yang ada dialam, ataupun makan nasi yang masih kurang matang, atau lauk yang lebih apa adanya dibanding waktu dirumah di bagi dengan kawan sependakian. Tentunya menyesal kita telah menyia-nyiakan masakan ibunda tercinta yang sudah menyiapkan makan untuk anaknya tercinta dengan penuh kasih sayang, hanya karena hidangan yang apa adanya.
Masih terlalu banyak pembelajaran dari mendaki gunung.
Terimakasih Allah engkau telah berikan pelajaran berharga, dari ciptaanMu gunung yang begitu indah yang bukan hanya untuk dinikmati oleh mata tetapi harus dinikmati oleh hati nurani yang paling dalam serta menjaganya agar dapat memberikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.

Rabu, 09 Maret 2011

Lembah Ramma


Ramma adalah sebuah lembah luas berumput di kaki gunung Bawakaraeng,dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki dengan medan yang mendaki dan menurun bersama dengan pohon pinus yang siap menemani selama 3-4 jam dari Desa Lembanna. Bukit dan gunung yang memagari menjadi pemandangan yang menarik di tempat ini. Siang hari langit biru menyelimuti dengan awan indahnya sedangkan malam hari lembah ini berselimut hitam dan taburan bintang. Anak sungai di mana-mana, airnya segar mengalahkan minuman bermerk hahaha.

Berdiam dalam sepinya alam pegunungan, menikmati suara desir angin gunung di sebuah lembah, tempat yang jauh dari desa terakhir di kaki gunung Bawakaraeng,Desa Lembanna, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Di tempat itu kami berbagi banyak hal, berkumpul, tertawa,beryanyi,bercerita

Dalam harmoni di Rumah panggung yang kira-kira berukuran empat kali tiga meter, di dalamnya terdapat dua ruangan, Ruang tamu yang menyatu dengan dapur, serta sebuah ruang tidur. 
Minggu pagi, 7 Maret 2011 saya dan kawan-kawan merasakan sesuatu yang sangat istimewa, ketika kami duduk bersama menikmati tembakau dan coklat panas,..tiba-tiba tata’ mandong masuk ke dalam bilik kamarnya dan menggambil sebuah alat musik kecapi dan dengan duduk bersila didepan kami mulai memainkan alat musiknya dan bernyanyi dengan suara yang yang khas penuh kesederhanaan, malam itu angin bertiup kencang, namun kencangnya angin dan dinginnya malam itu tak membuyarkan konsentrasi kami menikmati merdu alunan musik serta pesan-pesan yang disampaikan tata’ mandong lewat lagunya..
Seperti ada mistik memenuhi rumah panggung yang sederhana itu,..sebahagian yang disampaikan tata’ mandong yang bisa saya mengerti, katanya manusia mesti menjaga sikap sebagai manusia dan kelestarian alam, diantarannya Bawakaraeng dan sungai jeneberang,

Dari ekspresi wajah tata’ yang makin usur termakan oleh usia dia masih menjaga komitmentnya dengan meninggalkan desanya untuk total menjaga kelestarian lingkungan, Namun tak bisa dia tutupi kerinduannya sebagai manusia biasa. Tata’ juga bercerita bahwa keamanan dan kedamaian lebih berharga dari materi, tolong hentikan membakar hutan, menebar racun di sungai-sungai,karna kemungkinan ada longsor besar susulan yang bakal terjadi.

Di belakang rumah panggungnya yang sederhana tata’ punya .kolam ikan, yang ikannya diperuntukkan untuk siapa saja katanya, suatu bukti bahwa ditengah kehidupan yang serba material, masih ada sosok Tata’ mandong yang mau berbagi. Berharap lahir banyak manusia-manusia yang punya komitmen dan sikap seperti tata’ mandong
Akhirnya kawan klo kita rindu pada Lembah Ramma Ayo kita jalan lagi klo ada kesempatan, Jangan Kalian takut dalam gelapnya malam dan kencangnya hembusan angin,Karna bulan, bintang menjadi teman yang akan iringi kita menembus malam kawan dan di sana ada sosok tata’ mandong yang sederhana dan mau berbagi.
Eh hampir lupa tokoh penting ramma yaitu Hachiki (anjing tata), hachiki bukan anjing biasa loh dia mendampingi saya dan kawan-kawan dalam perjalanan pulang ke lembanna hahaha thanks yo dog

Senin, 28 Februari 2011

KODE ETIK PECINTA ALAM

  1. Mengabdi Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara Alam Beserta Isinya, Beserta Menggunakan Sumber Daya Alam Sesuai Batas Kebutuhan.
  3. Mengabdi Kepada Bangsa Dan Tanah Air.
  4. Menghormati Tata Kehidupan Yang Berlaku pada Masyarakat Sekitarnya. Menghargai Manusia dan Kerabatnya.
  5. Berusaha Mempererat Tali Persaudaraan Antara Pencinta Alam Sesuai Dengan Asas Pencinta Alam.
  6. Berusaha Saling Membantu Serta Saling Menghargai Dalam Pelaksanaan Pengabdian Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Dan Tanah Air.
  7. Penutup.

Senin, 14 Februari 2011

Sepotong Cinta Bukan dari Coklat

And even if the sun refused to shine

Even if romance ran out of rhyme

You would still have my heart,

Until the end of time

You’re all I need, my love, my valentine.


Pada Hari Valentine, 14 Februari, setiap orang, muda atau tua, dari berbagai latar belakang etnis, suku maupun bangsa, melakukan ritual yang sama, yaitu merayakan hari kasih sayang. Memang menyenangkan merayakan hari kasih sayang dengan orang yang kita cintai. Pada satu hari yang istimewa itu kita bertukaran kado, pergi ke tempat yang romantic, dan menikmati candle light dinner. Tapi karena kebiasaan ini, banyak orang salah mengerti, berpikir bahwa kita tahu tentang cinta ketika kita merayakan hari valentine.


Nyatanya, cinta bukan sekedar satu hari perayaan valentine. Entah kenapa, orang lebih terobsesi dengan simbol cinta dibandingkan dengan pengalaman cinta itu sendiri. Padahal, melalui pengalaman yang sebenarnya, kita baru benar-benar mengerti apa itu cinta. Cinta bukan semata-mata cinta seperti sebaris puisi, atau cinta yang kita tonton di bioskop, tetapi cinta yang penuh dengan upaya, penantian, dan tantangan. Itulah hakikat cinta.


Setiap Orang Diciptakan Untuk mencari dan merasakan CINTA, Cinta adalah Enigma, suatu teka-teki yang begitu pelik untuk dipecahkan.

Minggu, 13 Februari 2011

Merenungkan Kembali Kenapa Kita Harus Ke Gunung?

Manusia selalu takut akan bencana serta kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan olehnya namun tanpa disadarinya kerusakan yg paling parah justru berasal dari dalam manusia itu sendiri…alam bisa mengontrol dirinya sendiri sementara tanpa kita sadari bencana kemanusiaan yang paling parah justru berasal dari manusianya itu sendiri.

Sosok pencinta alam sebagaimana yang kita ketahui adalah sosok yang diharapkan bisa menjadi pelopor dalam menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamya mencakup bagaimana dalam berpola serta berprilaku dalam kehidupan sehari-hari namun ironisnya, sebagaimana yang kita lihat dalam realitas yang sementara berkembang justru sosok pencinta alam tidak (ataukah belum) berada dalam kondisi yang kita harapkan bersama (FAKTA)..

Tidak ada yang salah dengan PENCINTA ALAMnya, sosok yang berada dalam PENCINTA ALAM tersebut yang tanpa dia sadari yang bertingkah seolah peduli namun kenyataannya tidak ambil pusing sama sekali akan keadaan tersebut. Alih-alih peduli akan Alam, peduli akan dirinya sendiri pun kita mungkin sepakat untuk mengatakan tidak!!! Apakah betul bisa kita katakan peduli apabila masih ada yang juga sosok pencinta alam yang masih mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang??? Apakah ini yang kita namakan cinta??? tak ada dasar sama sekali akan hubungan yang simetris tentang menjaga kelestarian lingkungan beserta kehidupan didalamnya dengan masih mengkonsumsi barang-barang haram tersebut.

Belum lagi pengetahuan yang mendasar terkadang hanya dijadikan sebagai materi yang merupakan PROGRAM KERJA tanpa disadari akan pentingnya untuk dimiliki bagi setiap sosok tersebut. Bagaimana bisa untuk berbuat kalau kita tak tahu dan sama sekali tak paham??? Maka yang ada di dalam kepala sosok tsb hanyalah bagaimana untuk bisa SURVIVE ataukah keterampilan-keterampilan lainnya tanpa pernah mau untuk menyadari untuk apa dia harus pahami pengetahuan akan keterampilan tersebut. Apakah sosok pencinta alam tidak lagi harus belajar untuk mengetahui hal-hal yang lain selain daripada sekedar materi-materi keterampilan kepencintaalaman??

Sosok pencinta alam seolah-olah menjadi momok yang menakutkan dalam setiap sisi kehidupannya. Arogansi, solidaritas buta, dsb bisa kita ketemukan didalam sosok tsb. Bagaimana tidak??? Untuk bisa menjadi sosok pencinta alam harus melalui proses “diklat (atau apapun namanya)” yang notabene kekerasan bahkan”MENCABUT HAK ASASI MANUSIA” bisa kita temui di dalamnya. Berarti setiap sosok pencinta alam bisa berpeluang untuk menjadi penjahat Hak asasi manusia? Sangat kontradiksi dengan kata CINTA yang ada didalam nama PENCINTA ALAM tersebut.

Tak ada yang salah dengan PENCINTA ALAM, yang (mungkin) salah adalah sosok-sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi mengerti apalagi sadar untuk apa dia berada didalam organisasi yang sebenarnya suci tersebut, yang (mungkin) salah adalah sosok-sosok yang dengan bangganya kebetulan berada didalamnya yang dengan kebanggaannya tak mau lagi untuk mendengar saran serta kritikan-kritikan dari luar seolah Cuma sosok pencinta alam saja manusia yang hidup. MANUSIA adalah Khalifah yang diturunkan untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya, dan sosok pencinta alam bukanlah satu-satunya manusia di muka bumi ini. Seluruh warga bumi berhak untuk menjaga dan melestarikan Alam beserta seluruh kehidupan didalamnya.

Percuma naik gunung jikalau menaklukkan diri sendiri saja sulit untuk dilakukan. Seharusnya segala sisi-sisi kelam manusia bisa dikeluarkan bersamaan dengan bercucurannya keringat yang menetes dalam perjalanan menuju ke puncak gunung. Puncak gunung yang sebenarnya justru berada dalam diri manusia itu sendiri.

Rasa-rasanya memang betul perlu ditinjau kembali mengapa setiap sosok pencinta alam harus ke puncak gunung padahal alam bukan hanya gunung saja…pencinta alam bukan pencinta gunung. Seharusnya setiap sosok pencinta alam mulai sekarang harus bisa untuk membuka mata dan hati untuk bisa melihat bahwasanya untuk menjaga serta melestarikan alam beserta kehidupan didalamnya harus berarti pula untuk bisa menjadi khalifah yang baik. Maksudnya, semoga bisa menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mulai untuk membuka mata bahwasanya dengan memperhatikan manusia lain beserta kondisi disekelilingnya hal itu berarti langkah awal untuk menuju ke puncak gunung yang sebenarnya. Bukan puncak gunung yang biasa kita daki bersama.

Jikalau tak berbenah dan segera mengevaluasi diri, bukan tidak mungkin PENCINTA ALAM bisa kehilangan kesuciannya didalam perjuangan yang sebenarnya mulia ini. Bagaimana di satu sisi bisa memanusiakan manusia dalam sebuah konteks kaderisasi dan sementara disisi lain berperan aktif didalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi ini. Salam untuk sebuah perubahan yang kecil menuju sebuah perubahan yang lebih besar. Mulia ataukah hinanya sebuah organisasi berawal dari kesadaran-kesadaran penghuninya yang membawa nama baik organisasinya. Karena sebenarnya kesalahan-kesalahan sosok bisa diindikasikan sebagai suatu kesalahan-kesalahan organisasi yang menaungi sosok tersebut. Berpijak dari hal yang kecil untuk kemudian dihadapkan dengan realita-realita dan membentuk sebuah kesadaran kritis dalam berpola serta berprilaku dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ide-ide yang tulus akan selalu selaras dengan realita-realita yang baik.

Selasa, 04 Januari 2011

Sebuah Tanya


 akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi

kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu

ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua

kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus

membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru(Soe Hok Gie)